Actions

Work Header

Family's Slut

Summary:

Mark dan Giselle melahirkan dua putra kembar, dan karena terlalu beresiko bagi Giselle untuk hamil lagi, akhirnya mereka memutuskan untuk mengadopsi anak. Haechan tumbuh dengan cinta dari kedua orangtuanya dan kakak kembarnya. Namun di ulang tahunnya yang ke-17, cinta tersebut berubah menjadi nafsu buas yang menerkam Haechan setiap saat.

Notes:

EXTREMELY INAPPROPRIATE CONTENT. Please read the tags. Kalau ga nyaman please jangan dibaca. Dan setiap adegan yang ada dalam halaman ini tidak untuk ditiru di dunia nyata. Please don’t ruin your own life for a short-time pleasure.

Haechan (17), Mark [ayah angkat] (45), Giselle [ibu angkat] (43), Om Johnny (50), Kak Jeno & Jaemin (22). Karakter lain menyusul.

Chapter 1: First Time

Chapter Text

06 Juni, 11:21 PM

Haechan akhirnya selesai dengan rutinitas skincarenya yang memakan waktu hampir satu jam itu. Pesta ulang tahunnya yang ke-17 baru saja selesai di jam delapan malam, dan para tamu sudah melenggang pergi dari halaman rumah keluarga Lee. Sembari merebahkan dirinya di kasur queen size kesayangannya, Haechan membuka ponsel dan melihat-lihat foto yang dikirim oleh berbagai saudara dan kerabatnya di grup keluarga. Senyuman tipis terpancar di wajah si manis.

Pestanya berjalan dengan sangat meriah. Begitu banyak keluarga, sanak saudara, dan teman-teman sebaya yang menghadiri pestanya. Haechan tidak pernah mengira bahwa ia akan mendapatkan keberuntungan seperti ini. Memiliki keluarga dan teman yang begitu menyayanginya adalah mimpi besar bagi Haechan di masa lalu, ketika ia masih berumur lima tahun dan tinggal di panti asuhan. Dan ketika mimpi tersebut menjadi nyata, Haechan hanya merasakan kebahagiaan yang membuncah di dalam hatinya.
Haechan mematikan ponselnya dan meletakkan barang tersebut di laci sebelah kiri kasur. Ia mematikan lampu tidur dan mengubur ¾ tubuhnya di dalam bed cover sebelum menutup mata dan pergi ke alam mimpi.

 

11:57 PM

Mark dan Giselle baru saja selesai bercinta. Mark harus mengganti kondomnya tiga kali karena ia sangat brutal hingga kondomnya terus robek. Giselle langsung tertidur karena tubuhnya begitu letih dari segala aktivitas yang ia jalani sejak pagi hingga malam, sementara Mark masih terbangun dan membuka ponselnya untuk melihat grup keluarga.

Well…

Bukan grup keluarga yang Haechan lihat. Namun grup keluarga di mana anggotanya adalah pria semua. Grup tersebut beranggotakan Mark, si kembar Jeno & Jaemin, Om Johnny, Om Yuta, Om Jaehyun, dan saudara Mark yang lain. Isi grup tersebut adalah hal-hal paling menjijikan yang pernah ada.

Jaemin baru saja mengirim foto Haechan yang ia ambil dari angle bawah sehingga selangkangan dan celana dalam gadis tersebut terlihat jelas karena ia hanya memakai mini dress tanpa safety pants. Lalu Om Jaehyun berhasil mengirim foto yang memperlihatkan belahan dada salah satu teman Haechan. Entah bagaimana ia dapat mengambil foto tersebut.

Mark tersenyum mesum membaca diskusi gila yang dibicarakan oleh anaknya dan saudaranya itu. Salah satu karakteristik yang selalu diwariskan di keluarga Mark adalah libido tinggi dan mindset yang sangat mesum. Bahkan kakek Mark memiliki lima istri, lalu ayahnya memiliki tiga, karena itu Mark memiliki banyak saudara laki-laki. Namun dirinya memutuskan untuk hanya memiliki satu istri, karena ia tahu betapa repotnya sang ayah berpindah-pindah tempat demi menyenangkan ketiga istrinya.

Giselle mengetahui latar belakang keluarga Mark dan ia menerimanya, karena ia pun sebenarnya juga tidak menikahi Mark atas dasar cinta, tapi karena harta Mark yang sesuai dengan kriterianya. Terbukti sekarang ia hidup dengan damai dan bergelimang harta tanpa memedulikan kegilaan Mark di luar rumah.

Kembali ke Mark yang sedang asyik mengelus kontolnya di balik celana sembari menonton video Haechan yang sedang mandi. Beberapa minggu lalu Mark dan kedua putranya setuju untuk memasang kamera rahasia di kamar mandi Haechan, sehingga mereka bertiga dapat melihat tubuh telanjang si bungsu yang kini beranjak dewasa.

Namun Mark merasa kurang puas. Ia menoleh ke istrinya yang sudah pulas tertidur dan mustahil untuk dibangunkan. Kemudian tersirat satu ide gila dalam otak mesumnya.

“Mah, saya keluar bentar, ya,” bisik Mark di telinga Giselle, membuat wanita tersebut menggeliat tidak nyaman.

Lalu ia berjalan perlahan keluar dari kamarnya menuju kamar Haechan yang berada di lantai dua bersamaan dengan kamar si kembar.

Ia memutar kenop pintu itu dengan sangat pelan sehingga tidak menimbulkan suara. Senyum lebar terpancar di wajahnya ketika pintu itu terbuka.

Kamar Haechan gelap gulita karena pemiliknya sudah berkelana di alam mimpi. Mark masuk lalu mengunci pintu kamar dan berjalan mendekati ranjang Haechan. Dalam hati ia bersyukur karena menuruti keinginan si bungsu untuk membuat kamarnya kedap suara karena ia tidak mau mengganggu seisi rumah ketika ia sedang bernyanyi atau memainkan piano.

Wajah Haechan semakin terlihat di tengah kegelapan. Anak itu sudah pulas. Mark dengan hati-hati merebahkan dirinya di samping Haechan dan mengelus wajahnya.
Sangat lembut dan mulus. Wangi stroberi menguasai indra penciuman Mark kala ia mendekat untuk mencium pipi si bungsu. Lalu bibirnya semakin dekat ke bibir Haechan yang begitu pink dan lembab. Mark dapat merasakan kontolnya menegang di bawah sana.

Bibirnya menyentuh bibir Haechan, lalu lidahnya, dan kini ia memagut bibir itu tanpa memedulikan fakta bahwa anak bungsunya kini telah bangun.

“P-pah?”

Haechan dapat merasakan bibir Mark yang mencumbu bibirnya penuh nafsu, ia juga dapat merasakan batang kontol papanya yang berada tepat di selangkangannya.

“Hmm… pahh….” Tangannya memegang kepala Mark lalu menjauhkan wajahnya.

Mata Mark menampakkan tatapan nafsu terlarang. Napasnya berat dan tangannya sedang mengeksplor tubuh Haechan di balik lingerie tipis berwarna hitam yang ia kenakan.

“Kamu sudah dewasa, sayang. Badan kamu semakin seksi, semakin harum, bikin Papa sange. Kamu bilang kamu mau balas budi, kan? Papa mau dibalas dengan badan seksi kamu, sayang,” ucap Mark sambil meremas nenen sintal anaknya lalu mencubit pentil yang telah tegang itu.

Haechan menatap papanya dengan sayu. Ia sangat gampang tergoda dan terbuai. Mulutnya mengeluarkan desahan lemah.

“Nanti ketahuan mama, pahh… ahhh….” Ujar Haechan. Tangannya menggapai tangan Mark yang masih asyik bermain dengan nenennya.

“Mama kamu setuju, sayang. Sekarang biarin papa mainin badan kamu.” Mark beranjak dan menindih Haechan. Tangan kirinya masih meremas nenen sang putri ketika yang kanan bergerak menuju memeknya.

“Ahhhh papaahhh… eemmhhh…” desah Haechan ketika jari tengah papanya mengelus memeknya yang basah.

“Kamu ngga pakai celana dalem, sayang?”

Haechan menggelengkan kepalanya. “Ngga pernah pakai. Ngga enak, Paahh–ahhh…” desahannya kembali terdengar ketika Mark menggesek memeknya dengan sedikit tekanan.

“Mau ya malam ini ngentot sama Papa? Hm?”

“Tapi aku masih perawan, Pa,” ucap Haechan sambil menggeleng.

Mark tersenyum tipis. Jackpot. Dia akan merenggut keperawanan anaknya sendiri malam ini.

“Papa bakal pelan-pelan, sayang. Nanti enak, kok. Yang penting kamu rileks, Papa ngga akan nyakitin kesayangan Papa.” Mark mencium bibir ranum Haechan. Jari tengah kanannya perlahan memasuki lubang memek Haechan yang sudah basah oleh lendir kewanitaan.

“Aaahh aaahhhh… e-enakkhh Paahhh… mmhhhh terusss….” Pinggul Haechan bergerak membalas permainan jari papanya di bawah sana. Tangan kanannya ia bawa ke memeknya dan menggesek klitorisnya sendiri.

“Aaahhh… kencengin pahh… enak bangethhh aahhhh….”

Mark menatap wajah putri semata wayangnya dengan nafsu yang tak terbendung. Dengan lihai ia melepas celana tidurnya dan melempar kain tersebut ke sembarang arah. Kini ia tambahkan jari telunjuknya masuk ke dalam lubang memek Haechan yang semakin banjir oleh cairannya sendiri.

“Aaahhh Papaahhh… penuh bangethh aaahhhh… fuckkk…”

Haechan menatap mata papanya, “Aaahhh… cepetin Paaahhh, pleaseee.”

Kedua jari Mark semakin cepat menggenjot lubang memek anaknya yang kini sedikit longgar dan sangat banjir. Wajahnya ia dekatkan ke wajah anaknya.
“Lebarin kaki kamu, Sayang. Papa masukkin kontol Papa sekarang.”

Kaki Haechan semakin dilebarkan supaya Mark dapat dengan mudah memasukkan kontolnya yang besar ke dalam lubang memek anaknya sendiri.

Sembari memasukkan kontolnya ke dalam memek Haechan secara perlahan, bibir ranum Mark memagut bibir Haechan dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang. Haechan mendesah pelan ketika ia merasakan kontol papanya menerobos dinding keperawanan yang ia jaga selama ini.

“Mmmhhhh….”

Mark melepas ciumannya dan berkata, “Tahan, sayang. Lama-lama bakal enak, kok.”

Mark memasukkan kontolnya hingga mentok lalu diam sejenak. Ia kembali memandangi wajah putrinya yang kini penuh keringat, mata anaknya yang sayu menatap netra Mark yang membara dengan nafsu terlarang.

“Genjotin memek aku, Pa… aku mau dientot Pap–aakhh… fuck!” Haechan tersentak kala Mark mulai menggenjot memeknya. Temponya yang langsung cepat membuat Haechan meringis ngilu.

“Aaakhhh Papaahh… pelanin paahhh… aaahhhh eumhhh… fuck memek aku penuh banget paah…”

“Enak sayang? Enak memeknya digenjot kontol Papa? Lihat ini memek kamu jepit banget, sayang. Papa jadi ketagihan aaahh….”

Haechan mengangguk lemah, matanya hampir memutih dan mulutnya terbuka lebar mengeluarkan desahan. Mark menggenjotnya dengan cepat dan penuh tekanan, Haechan dapat rasakan kepala kontol Mark menonjol di bagian bawah perutnya.

“Fuckhh enak banget, Pahhh… genjotin terus memek aku, please! Please! Please! Aaahhh…”

Mark membawa kedua kaki Haechan ke Pundak sang anak, kemudian ia berjongkok di tepat di atas selangkangan anaknya, penisnya menggenjot memek Haechan semakin brutal hingga Mark mengerang nikmat.

“Eunghh! Memek perawan enak banget, bangsat! Aahhhh fuck! Papa entot memek kamu sampe pagi ya, Sayang? Fuckkhh!”

Haechan menggila mendapatkan genjotan brutal dari Mark, ia sampai menangis sambil mendesah. Wajahnya terlihat seperti artis JAV yang Mark sering tonton bersama kakaknya dahulu.

“Papa! Papa! Terus Pahh please kencengin! Aku mau pipis–aahhhh.. enakkk! Kontol papa enakkk! Aaaahhh mau pipis! Aku mau pipis! Fuckkhhhh – AAHHH FUCKKKK!”

Air mani Haechan keluar sangat deras hingga kontol Mark terpaksa keluar. Mark arahkan kedua jarinya ke dalam memek Haechan dan mengocoknya sehingga cairan anaknya keluar semakin deras di tangan dan kontolnya yang masih tegang.

Haechan terbaring lemas ketika semua air maninya telah keluar. Badannya gemetar dan matanya terpejam erat menikmati orgasme pertamanya. Mark menatap karya hasil genjotan kontolnya dengan bangga. Ia mengambil ponselnya di ujung ranjang dan dengan cepat mengambil foto tubuh Haechan yang terbaring tak berdaya. Besok akan ia sebarkan di grup “keluarga”nya.

“Sayang, Papa belum keluar.”

Mark merebahkan diri di samping anaknya yang hampir tertidur. Tangannya mengubah posisi wajah Haechan untuk berhadapan dengan wajahnya.

“Capek, Pa,” protes Haechan dengan suara yang lirih.

“Biar Papa yang gerak, Sayang. Kamu cukup nikmatin dan desah aja, oke?”

Tubuh Haechan diarahkan ke arah depan sehingga punggungnya berhadapan dengan Mark, lalu Mark mengangkat kaki kiri anaknya dan menyiapkan kontolnya untuk kembali masuk ke dalam memek Haechan.

Kali ini ia masukkan kontolnya perlahan agar tidak menyakiti memek Haechan yang tentunya menjadi sangat sensitif setelah orgasme.

“Aahh… enak banget, Pahh…”

Mark mulai menggenjot anaknya dengan pelan. Tangan kirinya ia gunakan untuk meremas nenen Haechan, dan bibirnya sibuk berciuman dengan tengkuk leher sang putri.

“Enak, Sayang?”

Haechan mengangguk pelan, “Enak, Pa.”

“Papa boleh pakai memek kamu tiap hari?”

“Nanti aku hamil, Pah–aahhh….”

“Ga papa, Sayang. Kamu kalau hamil makin keliatan seksi, nenennya bisa keluar susu, nanti Papa nenen sama kamu tiap hari, Sayang.”

Bayangan Papanya yang menyusu pada nenen Haechan sambil mengelus perut besarnya membuat Haechan semakin pusing kepayang dalam nafsu.

“Aaahh Haechan mau dihamilin Papa. Please kencengin, Paahh! Hamilin Haechan! Keluarin peju Papa di dalam memek Haechan… aaahhh!”

Dengan senang hati Mark menggenjot memek anaknya dengan brutal tanpa ampun. Tangan kirinya beralih ke bawah untuk bermain dengan klitoris Haechan sementara kontolnya keluar masuk dengan cepat.

“Aaaahhhh anjinggghh! Enak banget Paaahh! Terus! Genjotin memek Haechan! Genjotin yang kenceng, pleaseee ahhhhh….!” Haechan mendesah kencang sambil menangis. Erangannya terdengar sangat merdu di telinga Mark yang goyangannya semakin kencang dan dalam. Suara tepukan bergema keras dalam ruangan membuat Mark semakin menggila.

“Papa hamilin, Sayang! Aaahh shitt Papa mau keluar! Fuck!”

Tangan kanan Mark diletakkan di bawah kepala sang putri, lalu ia mencekik leher Haechan membuat gadis itu semakin mabuk kepayang.

“Fuckkk Papahhh! Aaahhh… aahhhh… eunghhh…”

“Aaahhh Papa keluar, Sayang! Papa keluar! Aahhh FUCK! Aaahhh anjing memek anak gadis enak banget, bangsat!”

“Aahhh Papahh!”

Haechan keluar lagi barengan dengan sperma sang papa yang menyembur deras di dalam memeknya.

“Papa masukkin sperma Papa sampai rahim kamu, Sayang,” ucap Mark sambil mendorong dalam kontolnya hingga tak mungkin bagi spermanya untuk menetes keluar dari memek Haechan.

“Penuh banget, Paahh, memek aku penuhh eumhhh….”

Kontol Mark berada di dalam memek Haechan selama beberapa menit hingga kontolnya melemas dan kembali ke ukuran semulanya.

Mark bangkit dan menatap anaknya yang telah tertidur pulas dibarengi dengkuran halus. Mark memuji dirinya dalam hati karena berhasil menahan diri tidak memberikan tanda-tanda kemerahan di sekujur badan Haechan. Lalu ia menyelimuti tubuh Haechan, mencium bibir ranumnya, dan dengan perlahan berjalan keluar dari kamarnya.

Waktu menunjukkan pukul 1:42 ketika Mark sudah kembali ke kamar utamanya.

Dan keesokan harinya, ia akan memberitakan kabar baik kepada semua anggota laki-laki di keluarganya.

 

To be continued….